Rigen Rakelna Blak-blakan Pernah Pakai Jasa Buzzer, Bayarannya Mengejutkan!

Rigen Rakelna

Rigen Rakelna Blak-blakan Pernah Pakai Jasa Buzzer, Bayarannya Mengejutkan!

jessecar96.comKomika Rigen Rakelna membuat pengakuan mengejutkan dalam sebuah podcast bersama Indra Jegel dan Pandji Pragiwaksono. Ia mengungkap pernah menggunakan jasa buzzer untuk meramaikan komentar di media sosial.

“Tapi jujur gue pernah Bang (Pandji) pernah pake buzzer,” ujar Rigen dalam podcast di YouTube Tema Indonesia, dikutip Minggu (23/2/2025).

Alasan Rigen Menggunakan Jasa Buzzer

Rigen menjelaskan bahwa keputusannya menggunakan buzzer bukan untuk menyerang orang lain, tetapi untuk membuktikan keberadaan mereka. Hal ini berawal dari pengalaman pribadinya yang mendapat banyak komentar negatif setelah ikut dalam aksi Indonesia Darurat, yang menyuarakan Revisi Undang-Undang Pilkada bersama komika lain, seperti Bintang Emon, Arie Kriting, Mamat Alkatiri, dan Abdur Arsyad.

Pandji sempat mengingatkan Rigen untuk berhati-hati, karena pernyataannya bisa disalahartikan oleh netizen. Namun, Rigen tetap melanjutkan ceritanya dengan santai.

 

Rigen Rakelna
Rigen – Pemeran dan pembawa acara Indonesia

Pengalaman Berinteraksi dengan Buzzer

Rigen mengaku pernah dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai buzzer dan meminta maaf kepadanya.

“Ada satu orang tiba-tiba nge-DM gue, ‘Bang gue minta maaf, gue dari agency gue nyerang lu. Gue dapet campaign segini-segini, gue dapet segini’,” ucap Rigen menirukan pesan dari oknum tersebut.

Untuk memastikan kebenaran klaim orang itu, Rigen lalu memberi tantangan dengan meminta buzzer tersebut meramaikan komentar di Instagram GJLS Entertainment dengan memuji lagu “Istriku Merongrong”.

“Yaudah sekarang lu ramein postingan GJLS, bilang lagunya GJLS enak yang (judulnya) Istriku Merongrong,” tutur Rigen.

Hasilnya? Tak butuh waktu lama, komentar positif membanjiri unggahan tersebut. Rigen pun terkejut saat mengetahui tarif buzzer yang ternyata sangat murah.

Berapa Tarif Jasa Buzzer?

Salah satu hal yang paling mengejutkan Rigen adalah murahnya tarif jasa buzzer.

“Gue bayar satu tweet-nya itu cuma tujuh ribu perak,” ungkap Rigen.

Namun, pernyataan ini justru menuai reaksi dari warganet. Beberapa netizen menilai bahwa harga Rp 7.000 per komentar itu terlalu mahal dibanding tarif buzzer pada umumnya.

“Mahal bener 7.000 per komen, padahal biasanya cuma 500 perak,” tulis seorang netizen.

“Itu mah mahal banget, rata-rata masih 700 perak per tweet. Makanya gue bilang pekerjaan buzzer itu sangat hina. Udah bayarannya murah, kerjaannya bikin keributan dan hoax,” komentar netizen lainnya.

“Lah yang 1.000-an banyak padahal,” imbuh seorang warganet.

Bagaimana Cara Kerja Jasa Buzzer?

Beberapa netizen mengungkap bahwa buzzer bekerja tidak hanya untuk menyerang, tetapi juga menawarkan jasa kepada korban mereka.

“Jadi cara kerja agency buzzer itu, mereka cari klien dengan bilang ke yang di-hate, biar yang di-hate juga pakai jasa dia buat bales. Wah, pantesan yang di-hate buzzer bisa tau kalo itu buzzer,” ungkap seorang netizen.

 

Rigen Rakelna
Rigen – Pemeran dan pembawa acara Indonesia

 

Pengakuan Rigen Rakelna soal penggunaan jasa buzzer membuka mata publik tentang bagaimana bisnis ini berjalan. Dengan tarif yang relatif murah, buzzer bisa menciptakan opini di media sosial dalam waktu singkat. Namun, fenomena ini juga menunjukkan bahwa buzzer dapat menjadi alat propaganda yang berbahaya jika digunakan untuk kepentingan negatif.

Meski mengungkap kisahnya dengan nada santai, cerita Rigen Rakelna ini menjadi pengingat bagi publik agar lebih bijak dalam menyikapi komentar di media sosial. Tidak semua opini yang ramai di internet berasal dari publik yang sesungguhnya, melainkan bisa jadi hasil dari buzzer bayaran.


Fakta Menarik :

Jangan lewatkan ulasan terbaru kami : jessecar96.com