Pada peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, di hadapan ratusan ribu buruh, petani, nelayan, dan pengemudi ojek online. Di atas panggung, ia mengucapkan sumpah terbuka untuk memperjuangkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia — terutama mereka yang hidupnya masih sulit. Sebagai bukti konkret, Prabowo mengumumkan penandatanganan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh.
Tiga poin utama May Day 2026:
- Sumpah Presiden — Prabowo bersumpah berjuang demi kepentingan seluruh rakyat, khususnya kaum buruh
- Keppres No. 10/2026 — Satgas Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh resmi dibentuk
- 18 Kebijakan Pro-Buruh — rangkuman capaian satu tahun pemerintahan yang berpihak pada pekerja
Apa yang Terjadi di Monas pada May Day 2026?

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 menjadi momen bersejarah karena Presiden Prabowo Subianto hadir dua tahun berturut-turut di Monas bersama massa buruh. Ini bukan kehadiran seremonial biasa — ini adalah panggung di mana kepala negara menyampaikan sumpah terbuka di hadapan publik.
Sekitar 200.000 orang memadati kawasan Monas sejak pagi hari, terdiri dari buruh berbagai konfederasi, pengemudi ojek online, petani, dan nelayan. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh yang awalnya merencanakan aksi di depan Gedung DPR RI akhirnya memindahkan lokasi ke Monas setelah pertemuan 1,5 jam dengan Presiden pada 28 April 2026.
Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan keputusan itu: setelah berdiskusi langsung dengan Prabowo mengenai masa depan Indonesia, mereka memutuskan merayakan May Day bersama Presiden di Monas.
Di sisi lain, sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) memilih berdemonstrasi di depan Gedung DPR dengan sekitar 10.000 peserta, membawa tuntutan mandiri mereka sendiri.
Key Takeaway: May Day 2026 di Jakarta terbelah dua — perayaan bersama Prabowo di Monas, dan aksi tuntutan di DPR — mencerminkan dua pendekatan berbeda gerakan buruh terhadap kekuasaan.
Isi Pidato dan Sumpah Prabowo di May Day 2026

Prabowo Subianto membuka pidatonya dengan mengakui peran kaum buruh dalam perjalanan politiknya. Ia menyebut dirinya menjadi Presiden Republik Indonesia berkat dukungan kaum buruh, petani, nelayan, dan seluruh pekerja Indonesia.
Puncak pidato adalah pernyataan sumpah yang diucapkan langsung dari panggung Monas:
“Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit.”
Ia juga menegaskan komitmen tanpa syarat dari pemerintahannya:
“Itu adalah tugas saya, itu adalah tugas pemerintah yang saya pimpin, dan itu adalah tekad kami. Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia.”
Prabowo turut mengingatkan para menteri di Kabinet Merah Putih agar setiap kebijakan yang dibuat selalu diuji dengan satu pertanyaan: apakah ini menguntungkan rakyat kecil atau tidak? Jika ya, laksanakan tanpa ragu.
| Poin Pidato | Isi |
| Alasan kehadiran | Apresiasi, penghormatan, dan penghargaan atas perjuangan kaum buruh |
| Sumpah | Berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat, terutama yang hidupnya masih sulit |
| Pesan ke menteri | Kebijakan harus menguntungkan rakyat kecil — jika ya, laksanakan tanpa ragu |
| Capaian satu tahun | Kebijakan pemerintah dinilai sudah berpihak kepada kaum buruh |
| Janji baru | Meresmikan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur bulan ini |
Key Takeaway: Sumpah Prabowo bukan sekadar retorika — ia diikuti penandatanganan Keppres yang bersifat mengikat secara hukum, memberikan bobot nyata pada janji yang diucapkan.
Keppres No. 10 Tahun 2026: Satgas Mitigasi PHK Resmi Dibentuk

Kejutan terbesar May Day 2026 adalah pengumuman resmi penandatanganan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh. Janji ini pertama kali disampaikan Prabowo pada May Day 2025 dan akhirnya terealisasi tepat setahun kemudian.
Satgas ini dirancang bekerja di dua sisi sekaligus. Di sisi hulu, Satgas bertugas mencegah PHK dengan mengintervensi perusahaan yang mengalami tekanan ekonomi, termasuk perusahaan yang menghadapi gugatan pailit di pengadilan niaga. Di sisi hilir, Satgas membantu pekerja yang sudah terdampak PHK untuk mendapatkan akses pekerjaan baru dan pelatihan ulang.
Data dari anggota DPR Edy mencatat lebih dari 65.000 pekerja terdampak PHK sepanjang 2025, dan ribuan lainnya kembali kehilangan pekerjaan hingga April 2026. Angka ini menjadi latar belakang mendesak mengapa Satgas PHK diperlukan.
| Aspek Satgas PHK | Detail |
| Dasar hukum | Keppres Nomor 10 Tahun 2026 |
| Fungsi hulu | Mencegah PHK, mengintervensi perusahaan dalam tekanan |
| Fungsi hilir | Membantu korban PHK: akses kerja baru + pelatihan |
| Konteks | >65.000 pekerja terdampak PHK sepanjang 2025 |
| Janji awal | May Day 2025 — terealisasi tepat May Day 2026 |
Key Takeaway: Satgas PHK adalah bukti bahwa janji May Day Prabowo tidak berhenti di podium — Keppres yang sudah ditandatangani menjadi landasan hukum yang bisa ditagih.
18 Kebijakan Pro-Buruh Pemerintahan Prabowo: Apa Saja?
Selain sumpah dan Keppres baru, May Day 2026 juga menjadi momentum Prabowo memamerkan 18 kebijakan pro-buruh yang sudah dijalankan dalam satu tahun pertama pemerintahannya. Berikut sebagian kebijakan paling signifikan:
- Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 — menyentuh 15 juta pekerja dengan nominal Rp 600.000 per orang
- Insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah — bagi 2,2 juta pekerja berpenghasilan hingga Rp 10 juta di sektor tertentu
- Bonus Hari Raya 25% dari rata-rata pendapatan bulanan bagi 3 juta pengemudi ojek dan transportasi online
- Program Magang Nasional — 100.000 peserta digaji UMP dan mendapat sertifikasi BNSP
- UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) — disahkan setelah 22 tahun diperjuangkan
- Harga BBM subsidi dijaga stabil — di tengah gejolak geopolitik global untuk menjaga daya beli buruh
- Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) diperkuat — uang tunai 60% dari upah selama enam bulan, plus akses pelatihan kerja
- Diskon iuran JKK dan JKM 50% bagi pengemudi dan kurir daring, diperluas ke petani, nelayan, dan pedagang
| Kategori Kebijakan | Jumlah Penerima Manfaat | Keterangan |
| BSU 2025 | 15 juta pekerja | Rp 600.000/orang |
| Insentif PPh 21 | 2,2 juta pekerja | Gaji hingga Rp 10 juta |
| Bonus HR ojol | 3 juta pengemudi | 25% dari rata-rata pendapatan |
| Magang Nasional | 100.000 peserta | Digaji UMP + sertifikasi |
| JKP diperkuat | Seluruh peserta BPJS TK | 60% upah x 6 bulan |
Key Takeaway: Angka-angka di atas adalah data terverifikasi dari pemerintah — bukan klaim kosong. Tapi evaluasi independen terhadap efektivitas implementasinya masih perlu waktu dan pemantauan dari berbagai pihak.
Siapa yang Hadir dan Siapa yang Tidak?
May Day 2026 mencerminkan peta gerakan buruh Indonesia yang tidak monolitik. Di Monas, sekitar 200.000 orang hadir dalam suasana perayaan bersama Presiden. Di depan Gedung DPR, sekitar 10.000 orang dari Aliansi Gebrak berunjuk rasa dengan semangat berbeda.
Yang hadir di Monas (bersama Prabowo):
- Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) — pimpinan Andi Gani Nena Wea
- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) — pimpinan Said Iqbal
- Partai Buruh
- Pengemudi ojek online dari berbagai platform
- Perwakilan petani dan nelayan
Yang berdemonstrasi di Gedung DPR (Aliansi Gebrak):
- Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI)
- Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI)
- Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM)
Ketua KASBI Sunarno menyebut perayaan di Monas “syarat dengan narasi mainstream dan kooptasi kekuasaan” dan menegaskan aksi di DPR adalah gerakan yang mandiri dan independen.
Key Takeaway: Perbedaan dua lokasi May Day 2026 mencerminkan perdebatan nyata dalam gerakan buruh: apakah lebih efektif berdialog dengan kekuasaan, atau mempertahankan jarak kritis darinya?
11 Tuntutan Buruh yang Disampaikan ke Prabowo
Sebelum May Day, KSPI menyampaikan 11 isu krusial langsung kepada Presiden dalam pertemuan 28 April 2026. Said Iqbal menegaskan bahwa beberapa dari tuntutan itu sudah mendapat respons dan penegasan dari Presiden untuk segera ditindaklanjuti.
Tuntutan yang menjadi sorotan utama antara lain:
- Penghapusan atau pembatasan ketat sistem outsourcing
- Pembentukan Satgas PHK (sudah terealisasi via Keppres 10/2026)
- Ratifikasi konvensi ILO terkait perlindungan pekerja
- Perlindungan bagi pengemudi ojek online
- Peningkatan upah minimum yang sejalan dengan inflasi dan kebutuhan hidup layak
Andi Gani dari KSPSI mengonfirmasi bahwa kejutan Prabowo di May Day berkaitan dengan ojek online, ratifikasi ILO, dan kebijakan kesejahteraan buruh secara umum.
Key Takeaway: May Day bukan sekadar seremoni — ini adalah forum penagihan komitmen. Dari 11 tuntutan KSPI, sebagian sudah mendapat respons konkret, sementara yang lain masih menunggu realisasi.
Konteks: Museum Marsinah dan Pengakuan Perjuangan Buruh
Di luar kebijakan ketenagakerjaan, Prabowo juga mengumumkan rencana meresmikan Museum Perjuangan Buruh bernama Museum Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur. Marsinah, aktivis buruh yang dibunuh pada 1993, sebelumnya sudah diangkat sebagai pahlawan nasional oleh pemerintahan Prabowo.
Langkah ini dibaca oleh sejumlah pengamat sebagai upaya membangun narasi keberpihakan historis pemerintah kepada gerakan buruh — bukan hanya kebijakan teknis, tapi pengakuan simbolik atas perjuangan panjang kaum pekerja.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kehadiran Prabowo dua tahun berturut-turut di May Day adalah sinyal politik yang konsisten. Namun ia juga mengingatkan agar konsistensi itu tidak berhenti pada simbolisme — tuntutan yang belum tertangani, termasuk isu penghapusan outsourcing, masih menjadi pekerjaan rumah yang konkret.
Baca Juga KPK Ungkap 25 Persen Kasus Korupsi Berkaitan Pengadaan Barang dan Jasa
FAQ
Apa isi Keppres yang ditandatangani Prabowo di May Day 2026?
Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 mengatur pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh. Satgas ini bertugas mencegah PHK massal di perusahaan yang mengalami tekanan ekonomi sekaligus membantu pekerja yang sudah terdampak PHK untuk mendapat pekerjaan baru dan pelatihan.
Berapa banyak orang yang hadir di Monas pada May Day 2026?
Massa yang memadati kawasan Monas diperkirakan sekitar 200.000 orang, terdiri dari buruh berbagai konfederasi, pengemudi ojek online, petani, dan nelayan. Di lokasi terpisah, sekitar 10.000 orang dari Aliansi Gebrak berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI.
Apa perbedaan May Day 2026 dibanding May Day 2025?
Pada May Day 2025, Prabowo menyampaikan janji membentuk Satgas PHK dan meloloskan UU PPRT. Di May Day 2026, dua janji itu sudah terealisasi — UU PPRT disahkan, dan Keppres Satgas PHK ditandatangani. Ini menjadikan May Day 2026 sebagai momen pelaporan janji, bukan sekadar penyampaian janji baru.
Siapa Said Iqbal dan mengapa penting dalam konteks ini?
Said Iqbal adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh — dua posisi yang menjadikannya figur paling berpengaruh dalam gerakan buruh Indonesia saat ini. Keputusannya memindahkan lokasi May Day dari DPR ke Monas mencerminkan strategi dialog daripada konfrontasi terhadap pemerintah.
Apakah semua serikat buruh mendukung perayaan di Monas?
Tidak. Sejumlah organisasi seperti KASBI, FPBI, dan FSBMM yang tergabung dalam Aliansi Gebrak menolak bergabung di Monas dan memilih berdemonstrasi di depan Gedung DPR. Mereka menilai perayaan di Monas terlalu dekat dengan kekuasaan dan tidak cukup kritis terhadap kebijakan pemerintah yang masih merugikan buruh.
Referensi
- ANTARA News — “Prabowo Bersumpah Sejahterakan Rakyat” — diakses 1 Mei 2026
- Tempo — “Prabowo Umumkan Bentuk Satgas PHK saat Pidato May Day” — diakses 1 Mei 2026
- Sindonews — “Kado May Day, Prabowo Sebut Sudah Teken Keppres Satgas Mitigasi PHK” — diakses 1 Mei 2026
- Kompas — “Hari Buruh 2026, Anggota DPR Tagih Janji Prabowo soal Satgas PHK” — diakses 1 Mei 2026
- Investortrust — “May Day 2026, Ini Daftar 18 Kebijakan Pro-Buruh dan Pro-Pekerja Prabowo” — diakses 1 Mei 2026
- Liputan6 — “Prabowo di Perayaan May Day 2026: Saya Jadi Presiden Karena Dukungan Kaum Buruh” — diakses 1 Mei 2026
- Tempo — “May Day di Jakarta Terbelah di Dua Titik: Monas dan Gedung DPR” — diakses 1 Mei 2026
