Fore Coffee Kopi Lokal Indonesia di Pasar Modal

fore coffee

Di tengah geliat ekonomi yang penuh sinyal tak pasti, langkah percaya diri Fore Coffee untuk resmi mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia terasa seperti keputusan yang melawan arus—tapi justru tepat.


Pada Selasa (25/3), fore coffee membuka bab baru dalam perjalanannya. Bukan sekadar kedai, kini mereka adalah entitas terbuka, bagian dari percakapan pasar modal lebih besar. Emiten ke-12 sepanjang 2025 ini memulai debutnya dengan performa yang jauh melampaui ekspektasi: harga saham melonjak 34,04% ke Rp252 per lembar saat perdagangan dibuka.

Tapi ini bukan hanya tentang angka. Ini tentang brand lahir dari budaya minum kopi lokal Indonesia, dan kini membawa kisahnya ke lantai bursa.


IPO dan Kepercayaan Pasar Tak Sederhana

Fore melepas 1,88 miliar saham atau sekitar 21,08% dari total modalnya. Proses awalnya diprediksi datar justru meledak dengan oversubscribe 200,63 kali. Sebanyak 114.873 investor—jumlah yang tidak kecil untuk emiten dengan napas lifestyle—bergabung dalam perjalanan ini.

Willson Cuaca, Komisaris Utama Fore, menyebut langkah ini diambil meski IHSG sempat terkoreksi dalam usai libur Lebaran. Keputusan yang bisa dibilang kontra-intuitif, tapi dilandasi keyakinan terhadap fundamental bisnis mereka.

“Melalui sistem E-IPO penggalangan dana memenuhi target dan kelebihan 200 kali. Ini benar-benar di luar ekspektasi,” ucap Willson dari Main Hall BEI, Jakarta.

Sebuah pengingat bahwa dalam dunia yang fluktuatif, kepercayaan tetap bisa dibangun. Bukan dengan janji, tapi dengan konsistensi produk dan narasi yang kuat.


Ekspansi dan Strategi Skala Urban

Dari Rp353,44 miliar dana IPO dikumpulkan, 76% akan digunakan untuk membuka 140 outlet baru. Sisanya dialokasikan untuk kebutuhan renovasi, peralatan, dan pengembangan gerai di wilayah Jabodetabek hingga Bali.

fore coffee
Minuman spesial Fore Coffee dengan topping granola dan cita rasa cokelat yang memikat.

Komposisinya pun menunjukkan kepekaan terhadap lanskap urban: 10% untuk flagship, 80% untuk outlet medium, dan 10% untuk satellite. Strategi ini menandakan bahwa kopi fore bukan hanya menjual minuman, tapi juga pengalaman disesuaikan dengan karakter demografis kota.


Fore Coffee dan Kultur Minum Kopi Berubah

Jika dahulu kopi adalah ritual pagi atau teman begadang, kini ia sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Survei Redseer menyebut bahwa 37% konsumen membeli kopi di luar rumah untuk bersosialisasi, dan 22% karena atmosfer tempatnya.

Fore tidak hanya membaca data ini—mereka menghidupkannya. Dengan pertumbuhan Same Store Sales (SSSG) sebesar 42% per September 2024—di atas rerata global 5%—mereka menjadi bukti bahwa kopi lokal Indonesia bisa bersaing bukan hanya dalam rasa, tapi juga dalam strategi.

“Dengan berbagai jenis outlet yang mampu memenuhi preferensi konsumen beragam, Fore berhasil memposisikan dirinya sebagai pemain utama di industri kopi domestik maupun global,” tulis manajemen dalam prospektusnya.

Fakta Menarik : Kopi Lokal Indonesia Fore Coffee Naik IPO


Ketika Kopi Lokal Menjadi Aset Publik

Langkah Fore Coffee menjadi emiten bukan hanya langkah korporasi. Ia adalah simbol perubahan lanskap industri kopi lokal. Untuk pertama kalinya, sebuah brand yang membangun dirinya dari kedekatan dengan konsumen urban, dari desain hingga pengalaman rasa, mengukuhkan dirinya sebagai bagian dari pasar investasi nasional.

Ini penting. Karena artinya, kopi bukan lagi sekadar produk UMKM yang tumbuh di pojok kota. Ia bisa menjadi bagian dari percakapan ekonomi makro—dari warung ke bursa, dari cup ke chart saham.


Sebuah Langkah, Sebuah Narasi Baru

Melalui IPO-nya, fore coffee tidak hanya menjual saham. Mereka menjual keyakinan bahwa kopi lokal Indonesia punya tempat di pasar besar—tanpa kehilangan identitasnya.

Dan mungkin itu dibutuhkan sekarang: brand tahu cara tumbuh tanpa harus menjadi asing dari akar budayanya. Yang berani melangkah ke lantai bursa, tapi masih tahu bagaimana menyeduh kopi dengan tangan yang sama seperti saat pertama kali membuka outlet kecil di kota.

Apakah ini akan menginspirasi brand lokal lainnya untuk melantai di pasar modal? Mungkin. Tapi untuk saat ini, Fore sudah mencetak satu langkah penting—dan layak disorot bukan hanya sebagai fenomena bisnis, tapi sebagai narasi transformasi industri kopi tanah air.

Dapatkan insight baru lewat: jessecar96.com    atau anda juga bisa di warkop link alternatif ini