Perubahan drastis yang dialami El Rumi 2025 religius usai pacaran Syifa Hadju menjadi sorotan publik sejak ia mengungkapkannya dalam podcast CURHAT BANG bersama Denny Sumargo pada Juni 2025. Putra kedua Maia Estianty ini mengakui bahwa kedekatannya dengan sang aktris membawa dampak positif signifikan, terutama dalam aspek spiritualitas dan praktik ibadah sehari-hari.
Fenomena ini menarik perhatian khususnya di kalangan generasi muda Indonesia. Data Indeks Religiusitas 2024 dari Balitbang Diklat Kementerian Agama menunjukkan bahwa Religiosity Index memiliki nilai lebih rendah pada generasi yang lebih muda (Gen Z), namun survei juga menemukan bahwa 93 persen Gen Z Indonesia sepakat bahwa agama menjadi faktor penting kebahagiaan, jauh di atas rata-rata dunia yang hanya 44 persen.
Daftar Isi:
- Pernyataan El Rumi tentang Perubahan Religiusitasnya di Podcast Denny Sumargo
- Data Penelitian PPIM UIN Jakarta: Religiusitas Gen Z dan Milenial
- Pertunangan Romantis di Lauterbrunnen Swiss, 2 Oktober 2025
- Karakteristik Syifa Hadju yang Mempengaruhi Transformasi El Rumi
- Reaksi Keluarga dan Dukungan Publik terhadap Hubungan Ini
- Pelajaran untuk Generasi Muda tentang Hubungan yang Membawa Perubahan Positif
- Rencana Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Pernyataan El Rumi tentang Perubahan Religiusitasnya di Podcast Denny Sumargo

Dalam wawancara di podcast CURHAT BANG Denny Sumargo yang tayang Juni 2025, El Rumi secara terbuka mengungkapkan bahwa ia menjadi pribadi yang lebih taat beribadah sejak menjalin hubungan dengan Syifa Hadju. Dalam tayangan yang viral di YouTube dan TikTok dengan ratusan ribu likes, El menjelaskan bahwa Syifa adalah sosok yang memiliki gaya hidup religius.
“Aku jadi orang yang lebih religius aja sih dekat sama dia. Maksudnya, dia kan orangnya lumayan taat, nggak minum (alkohol), nggak inilah, nggak itulah, anak rumahan. Akhirnya, aku kebawa, maksudnya jadi orang yang lebih taat salat. Itulah yang membuatku meyakinkan,” ungkap El Rumi dalam podcast tersebut.
Pernyataan ini bukan sekadar klaim verbal, melainkan terlihat dari perubahan konsistensi El dalam menjalankan shalat lima waktu dan menghindari kehidupan malam yang sebelumnya menjadi bagian dari pergaulannya. Bagi pembaca yang tertarik mendalami fenomena transformasi personal melalui hubungan, artikel tentang psikologi pengaruh pasangan terhadap perilaku memberikan perspektif mendalam.
El mengaku bahwa ketertarikannya pada Syifa bukan karena cinta pandangan pertama, tetapi berkembang setelah ia mengenali karakter baik sang aktris. “Kelihatan aja sih orangnya baik, terus orangnya memang tulus, terus bagaimana dia memperlakukan teman-temannya, sahabat-sahabatnya, kelihatannya memang hatinya tulus, jadi yakin aja sama dia,” tambah El.
Data Penelitian PPIM UIN Jakarta: Religiusitas Gen Z dan Milenial
Penelitian dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta melalui program Media and Religious Trends in Indonesia (MERIT) menemukan fakta menarik tentang generasi muda. Millennial dan Gen Z adalah generasi yang paling rendah tingkat religiusitasnya secara berurutan dalam hal praktik ritual keagamaan sehari-hari.
Temuan Kunci Penelitian PPIM UIN Jakarta:
- Gen Z dan Milenial paling rendah dalam praktik ritual keagamaan dibanding generasi lain
- Religiusitas yang dimaksud adalah tingkat keseringan menjalankan ritual-ritual keagamaan
- Namun, Gen Z justru memiliki pandangan konservatif yang lebih tinggi
- Tidak ada perbedaan signifikan antara Gen Z di kota maupun desa dalam hal religiusitas
Data Indeks Religiusitas 2024 dari Balitbang Diklat Kementerian Agama mencatat nilai indeks mencapai 70,91 dan masuk kategori “Tinggi”, meningkat 1,58 poin dari 2023 yang mencapai 69,33. Namun, laporan tersebut juga menegaskan bahwa Religiosity Index memiliki nilai lebih rendah pada generasi yang lebih muda (Gen Z).
Menariknya, survei Kementerian Agama menunjukkan bahwa 93 persen Gen Z Indonesia sepakat bahwa agama menjadi faktor penting kebahagiaan, jauh melampaui rata-rata dunia yang hanya 44 persen. Data ini menunjukkan bahwa meskipun praktik ritual rendah, Gen Z Indonesia tetap menganggap agama sebagai aspek fundamental dalam hidup mereka.
Dalam konteks ini, transformasi El Rumi menjadi relevan karena menunjukkan bagaimana pengaruh pasangan dapat membawa perubahan positif dalam praktik keagamaan, bukan hanya pandangan teoretis tentang agama.
Pertunangan Romantis di Lauterbrunnen Swiss, 2 Oktober 2025

El Rumi dan Syifa Hadju resmi bertunangan pada 2 Oktober 2025 di Lauterbrunnen, Swiss, tepat pada hari ulang tahun pertama hubungan mereka. Momen lamaran yang berlangsung di salah satu destinasi terindah di Eropa ini menjadi viral dengan jutaan interaksi di Instagram.
Detail Pertunangan yang Terverifikasi:
- Tanggal: 2 Oktober 2025 (tepat perayaan anniversary 1 tahun)
- Lokasi: Lauterbrunnen, Swiss – desa lembah dengan latar Pegunungan Alpen
- Cincin: Berlian oval cut seberat 3,01 karat dengan material platinum dan emas putih 18K, ditaksir seharga hampir Rp1 miliar
- Dress Code: El mengenakan tuxedo hitam, Syifa gaun putih panjang minimalis dengan square neckline
- Busana: Keduanya melakukan fitting di perancang Samuel Wongso sebelum berangkat ke Swiss
Syifa Hadju membagikan momen tersebut melalui unggahan Instagram pada Sabtu 4 Oktober 2025 dengan caption: “In a place I’ve always dreamed of, I said yes to the one who’s always felt like home. Bismillah. 02.10.25.” Lokasi Lauterbrunnen dipilih karena merupakan tempat impian Syifa sejak lama.
Yang menarik, El Rumi justru yang pertama kali meneteskan air mata saat berlutut melamar. “Jadi pas aku ngelamar aku kira bakal dia yang nangis kan, tahunya aku yang nangis duluan. Dianya lebih dikit nangisnya,” tutur El Rumi dalam wawancara dengan kanal YouTube Vindes.
Sebelum lamaran, El juga memberikan hadiah anniversary berupa kalung Cartier koleksi LOVE berlapis emas 18 karat bertabur berlian dengan harga ditaksir mencapai Rp48 juta. El Rumi juga meminta bantuan Irwan Mussry (suami Maia Estianty) untuk memilihkan cincin lamaran untuk Syifa.
Karakteristik Syifa Hadju yang Mempengaruhi Transformasi El Rumi

Dalam acara Podkesmas yang tayang 17 November 2025, El Rumi menjelaskan secara detail mengapa ia mantap memilih Syifa Hadju sebagai calon pendamping hidup. “Ya karena dia Syifa Hadju. Dengan segala karakternya, dengan segala seluruhnya dia,” ungkap El ketika ditanya alasan melamar Syifa.
Profil Syifa Hadju Berdasarkan Pernyataan El Rumi:
- Ketaatan Beribadah: Rajin menjalankan shalat dan konsisten dalam ibadah
- Gaya Hidup Sehat: Tidak mengonsumsi alkohol dan menghindari aktivitas negatif
- Ketulusan Karakter: “Memang orangnya baik, anaknya tulus, terus juga anaknya rajin salat. Maksudnya orang yang taat lah,” kata El
- Karakter Rumahan: Lebih memilih menghabiskan waktu di rumah dibanding kehidupan malam
- Pengaruh Positif: “Dan juga bisa membawa gue ke orang yang menjadi lebih agamis juga,” tambah El
El mengakui bahwa perubahan positif yang ia alami juga dirasakan oleh keluarganya. Ketika ditanya tentang tanggapan keluarga terhadap hubungannya dengan Syifa, El mengungkap bahwa keluarganya memberikan respons sangat baik. “Banyak hal-hal positif dalam hidup lah,” kata El, menggambarkan bagaimana kehadiran Syifa membawa suasana baru.
Menurut El, baik orang tua maupun saudara-saudaranya merasakan energi positif dari Syifa setiap kali mereka berkumpul bersama. “Kayak pas kumpul-kumpul tuh, ‘Iya sih’,” ujar El menirukan reaksi keluarganya.
Data penelitian PPIM UIN Jakarta menunjukkan bahwa individu yang menjadikan media sosial sebagai sumber agama dan memiliki tingkat religiusitas tinggi cenderung lebih sering berinteraksi positif di media sosial. Karakteristik Syifa yang religius namun tetap modern mencerminkan tipe pasangan yang dapat membawa pengaruh positif pada generasi muda.
Reaksi Keluarga dan Dukungan Publik terhadap Hubungan Ini

Menurut pernyataan El Rumi dalam berbagai wawancara, perubahan positif yang ia alami tidak hanya dirasakan olehnya, tetapi juga oleh keluarganya yang merasakan aura baik dari kehadiran Syifa. Keluarga besar dari kedua belah pihak memberikan dukungan penuh terhadap hubungan ini.
Dukungan Keluarga yang Terverifikasi:
- Maia Estianty: Video call dengan El dan Syifa saat momen lamaran di Swiss, memberikan restu penuh
- Irwan Mussry: Membantu El memilihkan cincin lamaran untuk Syifa Hadju
- Ahmad Dhani: Pernah menyebut rencana pernikahan awal 2026 (meski kemudian El memilih merahasiakan tanggal pasti)
- Al Ghazali dan Alyssa Daguise: Memberikan respons positif saat pertunangan
Publik Indonesia memberikan respons sangat positif terhadap hubungan ini. Unggahan pertunangan Syifa di Instagram dibanjiri ucapan selamat dari berbagai selebriti seperti Rey Bong, Shabrina Aluna, Jennifer Coppen, hingga musisi Nadhif Basalamah.
Yang menarik, Rizky Nazar – mantan kekasih Syifa Hadju – juga memberikan respons positif. Kakak Rizky Nazar, Rizkina Nazar, meninggalkan komentar yang membuat netizen ikut bahagia melihat dukungan tersebut.
Data dari We Are Social dan Hootsuite menunjukkan bahwa pada Januari 2023, terdapat 212,9 juta pengguna internet di Indonesia dengan tingkat penetrasi mencapai 77% dari total populasi. Dengan jangkauan media sosial yang luas, kisah transformasi El Rumi menjadi viral dan menginspirasi banyak anak muda.
Deswita Maharani, yang dianggap sebagai orangtua kedua Syifa, memilih merahasiakan tanggal pernikahan agar setiap episode perjalanan cinta mereka memiliki kejutan tersendiri. “Alhamdulillah sejauh ini lancar-lancar semua, restu orang tua lancar semuanya,” kata El Rumi.
Pelajaran untuk Generasi Muda tentang Hubungan yang Membawa Perubahan Positif
Kisah El Rumi 2025 religius usai pacaran Syifa Hadju memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana hubungan yang sehat dapat membawa transformasi positif. Dalam konteks data bahwa 93 persen Gen Z Indonesia menganggap agama sebagai faktor penting kebahagiaan, transformasi El menjadi contoh konkret bagaimana nilai spiritual dapat terintegrasi dalam hubungan modern.
Pelajaran Kunci dari Hubungan El Rumi-Syifa Hadju:
- Pasangan sebagai Partner Pertumbuhan Spiritual: El Rumi membuktikan bahwa pasangan yang tepat membantu kita menjadi versi terbaik diri sendiri, khususnya dalam aspek ibadah. “Aku jadi orang yang lebih taat salat,” ungkap El, menunjukkan pengaruh nyata Syifa dalam kehidupan spiritualnya.
- Keselarasan Nilai Fundamental: El menyatakan bahwa ketulusan dan ketaatan beribadah Syifa menjadi faktor utama yang membuatnya yakin. “Kelihatan aja sih orangnya baik, terus orangnya memang tulus,” kata El, menunjukkan pentingnya menilai karakter lebih dari penampilan.
- Transparansi dalam Hubungan: Meski selebriti, El dan Syifa terbuka tentang hubungan mereka tanpa berlebihan. Mereka mengumumkan hubungan secara resmi pada Oktober 2024 setelah beberapa bulan menjalin kedekatan.
- Dukungan Keluarga Penting: Syifa diterima baik dalam keluarga El, bahkan El menyatakan keluarganya merasakan “banyak hal-hal positif” sejak kehadiran Syifa.
- Tidak Terburu-buru: Meski hanya setahun berpacaran, mereka memastikan komitmen matang sebelum bertunangan. El bahkan merahasiakan tanggal pernikahan dari ayahnya untuk menjaga momen tetap spesial.
- Pengaruh Media Sosial Positif: Data PPIM UIN Jakarta menunjukkan Gen Z dan Milenial adalah generasi yang paling banyak menjadikan media sebagai sumber pengetahuan agama. El dan Syifa menggunakan platform mereka untuk memberikan contoh positif.
Penelitian PPIM UIN Jakarta menemukan bahwa meskipun Gen Z kurang religius dalam praktik ritual, mereka memiliki pandangan konservatif yang tinggi. Transformasi El Rumi menunjukkan bagaimana pengaruh pasangan dapat menjembatani gap antara pandangan dan praktik keagamaan.
Rencana Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Deswita Maharani, yang dianggap sebagai orangtua kedua Syifa, memilih merahasiakan tanggal pernikahan agar setiap episode perjalanan cinta mereka memiliki kejutan tersendiri. Namun, berbagai indikator menunjukkan pernikahan akan digelar pada 2026.
Indikator Persiapan Pernikahan:
- Ahmad Dhani pernah menyinggung rencana pernikahan awal 2026
- Pasangan sudah resmi bertunangan 2 Oktober 2025
- El Rumi dalam wawancara dengan Vindes mengaku sengaja merahasiakan tanggal pernikahan dari sang ayah untuk menjaga momen spesial
- “Alhamdulillah sejauh ini lancar-lancar semua, restu orang tua lancar semuanya,” kata El
El mengungkapkan dalam podcast Denny Sumargo bahwa ia tidak ingin sesumbar soal pernikahan. “Soal itu (menikah), lihat nanti saja,” ucapnya, menunjukkan kehati-hatian dalam membicarakan rencana sakral tersebut.
Persiapan Menuju Pernikahan yang Telah Dilakukan:
- Penguatan religiusitas dan spiritualitas bersama – El menjadi lebih rajin shalat
- Komunikasi terbuka dengan keluarga kedua belah pihak
- Mendapat restu penuh dari orang tua
- Kesiapan mental yang ditunjukkan dengan keseriusan El dalam melamar di lokasi impian Syifa
Data Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2024 mencatat nilai sebesar 76,47, naik 0,45 poin dari 2023. Ini menunjukkan bahwa sikap toleransi dan nilai-nilai positif dalam beragama di Indonesia cenderung membaik, termasuk dalam konteks membangun keluarga.
Transformasi religiusitas El Rumi sejak berpacaran dengan Syifa menunjukkan kesiapan spiritual yang matang menuju pernikahan. Perubahan ini sejalan dengan temuan bahwa meskipun Gen Z kurang religius dalam praktik ritual, mereka tetap menganggap agama sebagai faktor penting dalam kehidupan.
Baca Juga Cloudflare Down Ini Timeline dan Cara Mengatasi
Transformasi Inspiratif El Rumi 2025
Perjalanan El Rumi 2025 religius usai pacaran Syifa Hadju menjadi bukti nyata bahwa hubungan yang dibangun atas fondasi nilai-nilai positif dapat membawa transformasi signifikan. Dari seseorang yang kurang konsisten dalam ibadah, El kini menjadi pribadi yang lebih taat shalat dan spiritually aware.
Data Indeks Religiusitas 2024 menunjukkan bahwa Gen Z memiliki tingkat religiusitas lebih rendah dalam praktik ritual, namun transformasi El Rumi memberikan contoh bahwa perubahan positif tetap mungkin terjadi dengan pengaruh yang tepat. Kehadiran Syifa Hadju yang tulus, religius, dan supportif menjadi katalis perubahan tersebut.
Penelitian PPIM UIN Jakarta menemukan bahwa Millennial dan Gen Z adalah generasi yang paling rendah tingkat religiusitasnya secara ritual, namun memiliki pandangan konservatif yang lebih tinggi. El Rumi menunjukkan bagaimana praktik keagamaan dapat ditingkatkan melalui pengaruh positif pasangan.
Fakta bahwa 93 persen Gen Z Indonesia menganggap agama sebagai faktor penting kebahagiaan menunjukkan bahwa nilai spiritual tetap relevan bagi generasi muda. Kisah El dan Syifa mengajarkan bahwa memilih pasangan bukan hanya tentang kecocokan hobi atau penampilan fisik, tetapi juga tentang keselarasan nilai fundamental, dukungan dalam pertumbuhan spiritual, dan komitmen untuk tumbuh bersama.
Bagi generasi muda Indonesia yang mencari relationship goals, El Rumi dan Syifa Hadju memberikan template positif: hubungan yang sehat adalah yang membawa kita lebih dekat kepada Tuhan, membuat kita menjadi versi terbaik diri sendiri, dan mendapat restu dari orang-orang terdekat.
Pertanyaan untuk Pembaca: Dari ketujuh poin pembelajaran di atas, mana yang paling relevan dengan perjalanan hubungan Anda saat ini? Apakah pasangan Anda juga membawa pengaruh positif dalam kehidupan spiritual Anda?
Sumber Data Terverifikasi:
