Chemistry dalam Narasi: Alya Rohali di “Setetes Embun Cinta Niyala”
Di balik layar produksi “Setetes Embun Cinta Niyala”, terdapat dinamika yang menarik antara para pemeran. Salah satunya, Alya Rohali, mantan Putri Indonesia yang kini kembali menelusuri layar lebar lewat peran sebagai Ambar, ibu dari Faiq (diperankan oleh Deva Mahenra).
Peran yang dimainkan Alya bukan sekadar karakter ibu. Ia menjadi jembatan emosional antara Faiq dan Niyala, menghadirkan spektrum relasi yang halus namun penuh bobot dalam alur cerita.
“Aku di tengah-tengah, sebagai ibu untuk Faiq dan juga hadir untuk Niyala. Sosok Ambar ini bukan hanya pengayom, tapi juga perekat di antara mereka,” ujar Alya saat sesi wawancara di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan.
Membangun Relasi di Balik Kamera
Membentuk chemistry dengan Deva Mahenra, menurut Alya, bukan hal yang sulit. Justru, ia menyebut aktor yang juga dikenal lewat berbagai peran sinetron dan film ini sebagai pribadi yang menyenangkan dan terbuka untuk diskusi.
“Deva itu asik banget diajak ngobrol. Sering juga jahil pas break syuting, jadi energi di lokasi tuh nggak pernah terlalu tegang,” tambahnya.
Kedekatan ini memberi ruang bagi Alya dan Deva untuk merancang bagaimana interaksi ibu-anak ditampilkan dengan realisme dan kedalaman emosi. Diskusi mereka, kata Alya, banyak menyentuh pada dinamika nyata hubungan seorang ibu dengan anak lelakinya. Relasi yang tak selalu harus verbal, tapi terasa lewat gestur, tatapan, dan timing yang tepat.

Fakta Menarik : Snow White Premier Penuh Kontroversi
Antara Skrip dan Intuisi
Dalam film adaptasi novel religi populer ini, ruang untuk improvisasi tetap terbuka. Alya mengungkapkan bahwa meskipun naskah sudah sangat matang, sutradara memberi keleluasaan kepada para aktor untuk mengeksplorasi pendekatan masing-masing terhadap perannya.
Hal tersebut memberi nafas tambahan bagi Alya dalam memerankan Ambar. Ia mengaku menemukan cara bertutur yang natural, tidak dramatis berlebihan, tapi tetap menyimpan kompleksitas seorang ibu yang berada di pusaran cinta dan konflik anak-anaknya.
Refleksi dari Peran
Keterlibatan Alya Rohali dalam “Setetes Embun Cinta Niyala” bukan hanya soal akting. Ia juga membawa refleksi personal tentang bagaimana peran seorang ibu hadir dalam banyak bentuk—tidak selalu dominan, tapi tak pernah absen dalam membentuk arah hidup anak-anaknya.
“Ambar ini seperti suara hati yang tak banyak bicara, tapi ketika ia bersuara, semua akan mendengar,” ungkap Alya, mengakhiri obrolan dengan tenang.
Film ini dijadwalkan tayang di Netflix pada akhir Maret 2025. Sebuah produksi yang mempertemukan dunia sastra religi dengan sinematografi modern, dan memperlihatkan bahwa relasi antarkarakter bisa menjadi kekuatan utama dalam membangun narasi yang hidup dan lekat di ingatan.
Dapatkan insight baru lewat: jessecar96.com
