Dewi Soekarno Resmi Lepas Status WNI
jessecar96.com – Ratna Sari Dewi atau yang lebih dikenal sebagai Dewi Soekarno, resmi melepas statusnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di tengah tren #KaburAjaDulu yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Keputusan ini diambil setelah ia mengumumkan pencalonannya sebagai anggota legislatif di Jepang melalui partai politik yang baru didirikannya.
Langkah Dewi Soekarno ini tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat dirinya sudah lama dikenal sebagai bagian dari sejarah Indonesia. Namun, alasan di balik keputusan ini lebih dari sekadar persoalan kewarganegaraan.
Kembali ke Jepang dan Mencalonkan Diri
Pada 12 Februari 2025, Dewi Soekarno mengumumkan pendirian Partai 12 Heiwa To, sebuah partai politik yang berfokus pada perlindungan hewan di Jepang. Salah satu misi utamanya adalah melarang konsumsi daging anjing dan kucing, yang masih menjadi praktik di beberapa wilayah Jepang.
Sebagai bentuk komitmennya, Dewi Soekarno mengajukan permohonan pelepasan kewarganegaraan Indonesia. Setelah resmi melepas paspor Indonesia, ia berencana mengurus kembali kewarganegaraan Jepang untuk memenuhi syarat sebagai calon anggota legislatif.
Dikutip dari Japan Times, nama partai yang ia dirikan memiliki makna mendalam. Kata “Heiwa” dalam bahasa Jepang berarti perdamaian, sementara angka 12 diucapkan sebagai “wan-nyan”, sebuah istilah yang merujuk pada suara anjing dan kucing. Partai ini menargetkan dua hingga tiga kursi di Majelis Tinggi Jepang dalam pemilu mendatang.
Siapa Dewi Soekarno?
Dewi Soekarno lahir dengan nama Naoko Nemoto pada 6 Februari 1940 di Tokyo, Jepang. Ia berasal dari keluarga sederhana dan pernah bekerja sebagai pramuniaga asuransi sebelum akhirnya dikenal sebagai istri keenam Presiden Soekarno.
Ia bertemu dengan Soekarno pada tahun 1959, saat masih berusia 19 tahun. Setelah menikah, ia memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada tahun 1962 dan tinggal di Indonesia hingga akhir masa pemerintahan Soekarno.
Dari pernikahannya dengan Soekarno, mereka dikaruniai seorang putri, Kartika Sari Dewi, yang lahir pada 11 Maret 1967. Tak lama setelah itu, Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di usia 69 tahun. Sejak kepergian sang suami, Dewi Soekarno lebih banyak menghabiskan waktunya di Jepang dan Eropa.
Peran dan Pengaruh di Indonesia dan Jepang
Selain dikenal sebagai mantan ibu negara, Dewi Soekarno juga memiliki pengaruh dalam dunia politik dan kebudayaan di Jepang dan Indonesia. Ia pernah berperan dalam mempromosikan budaya Indonesia di Jepang, serta membantu memperkenalkan sejarah Soekarno di tingkat internasional.
Tak hanya itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang berani dalam bernegosiasi. Dewi Soekarno sukses melobi pemerintah Jepang agar koleksi-koleksi Soekarno yang telah dibukukan dapat diterbitkan dan dikenalkan kepada masyarakat Jepang.
Pada tahun-tahun berikutnya, ia aktif dalam berbagai organisasi sosial, termasuk Lembaga Persahabatan Indonesia-Jepang, di mana ia pernah menjabat sebagai Ketua Kehormatan.
Mengapa Melepaskan Kewarganegaraan Indonesia?
Keputusan Dewi Soekarno melepas kewarganegaraan Indonesia menimbulkan beragam spekulasi. Namun, ada beberapa alasan utama yang diyakini menjadi faktor pendorong:
- Persyaratan Politik – Jepang tidak mengizinkan warga negara asing untuk mencalonkan diri sebagai anggota parlemen. Dengan demikian, Dewi harus mengembalikan kewarganegaraan Jepang untuk memenuhi syarat tersebut.
- Fokus pada Perlindungan Hewan – Sebagai aktivis hak hewan, ia merasa memiliki peluang lebih besar untuk memperjuangkan kebijakan perlindungan hewan di Jepang melalui jalur politik.
- Keinginan Kembali ke Jepang – Setelah bertahun-tahun berkarier dan tinggal di berbagai negara, ia memilih untuk menetap kembali di Jepang dan menjalani fase baru dalam hidupnya.

Reaksi Publik terhadap Keputusan Dewi Soekarno
Keputusan Dewi Soekarno melepas status WNI menuai beragam reaksi dari masyarakat Indonesia. Sebagian mendukung langkahnya untuk memperjuangkan hak-hak hewan, sementara sebagian lain menyayangkan keputusannya untuk meninggalkan Indonesia secara hukum.
Di media sosial, tagar #KaburAjaDulu sempat menjadi tren, mencerminkan perasaan sebagian warganet yang melihat fenomena ini sebagai bentuk ketidaksetiaan terhadap negara. Namun, ada juga yang menilai langkah Dewi sebagai bentuk kebebasan individu dalam memilih jalan hidupnya.
Seorang netizen menulis di X (sebelumnya Twitter): “Bagaimanapun, beliau punya hak untuk memilih negaranya. Yang penting, dia tetap membawa nama Indonesia dengan baik.”
Namun, ada juga yang mengkritik: “Setelah menikmati Indonesia, sekarang malah lepas kewarganegaraan? Harusnya tetap bangga jadi WNI!”
Keputusan Dewi Soekarno untuk melepas status WNI memang mengejutkan, tetapi memiliki latar belakang yang jelas. Dengan langkah ini, ia berharap dapat lebih aktif dalam dunia politik Jepang dan memperjuangkan perlindungan hewan secara lebih luas.
Meskipun banyak yang menyayangkan keputusannya, tak bisa dipungkiri bahwa Dewi Soekarno tetap menjadi sosok yang memiliki pengaruh besar, baik di Indonesia maupun di Jepang. Kini, pertanyaannya adalah, apakah langkah politiknya di Jepang akan berhasil? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Fakta Menarik :
- Lebaran Semakin Dekat Nastar Cake Jadi Hidangan
- Heboh! Sukatani Band Klarifikasi Soal Karyanya
- Kota Bandung Pernah Jadi Kota Kembang Abad-19
Jangan lewatkan ulasan terbaru kami : jessecar96.com
